#1

Drupadi

#2

Harga Diri

#3

sex workers can end HIV/AIDS.

#4

Silent Body

#5

Everyone's always wearing a mask

Selasa, 08 November 2011

Bersatulah pelacur-pelacur Kota Jakarta


karya WS Rendra

Pelacur-pelacur Kota Jakarta

Dari kelas tinggi dan kelas rendah

Telah diganyang

Telah haru-biru

Mereka kecut

Keder

Terhina dan tersipu-sipu

Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

Tapi jangan kau lewat putus asa

Dan kaurelakan dirimu dibikin korban



Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta

Sekarang bangkitlah

Sanggul kembali rambutmu

Karena setelah menyesal

Datanglah kini giliranmu

Bukan untuk membela diri melulu

Tapi untuk lancarkan serangan

Karena

Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

Tapi jangan kaurela dibikin korban


Sarinah

Katakan kepada mereka

Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri

Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu

Tentang perjuangan nusa bangsa

Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal

Ia sebut kau inspirasi revolusi

Sambil ia buka kutangmu


Dan kau Dasima

Khabarkan pada rakyat

Bagaimana para pemimpin revolusi

Secara bergiliran memelukmu

Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi

Sambil celananya basah

Dan tubuhnya lemas

Terkapai disampingmu

Ototnya keburu tak berdaya


Politisi dan pegawai tinggi

Adalah caluk yang rapi

Kongres-kongres dan konferensi

Tak pernah berjalan tanpa kalian

Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’

Lantaran kelaparan yang menakutkan

Kemiskinan yang mengekang

Dan telah lama sia-sia cari kerja

Ijazah sekolah tanpa guna

Para kepala jawatan

Akan membuka kesempatan

Kalau kau membuka kesempatan

Kalau kau membuka paha

Sedang diluar pemerintahan

Perusahaan-perusahaan macet

Lapangan kerja tak ada

Revolusi para pemimpin

Adalah revolusi dewa-dewa

Mereka berjuang untuk syurga

Dan tidak untuk bumi

Revolusi dewa-dewa

Tak pernah menghasilkan

Lebih banyak lapangan kerja

Bagi rakyatnya

Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan

Namun

Sesalkan mana yang kau kausesalkan

Tapi jangan kau lewat putus asa

Dan kau rela dibikin korban

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Berhentilah tersipu-sipu

Ketika kubaca di koran

Bagaimana badut-badut mengganyang kalian

Menuduh kalian sumber bencana negara

Aku jadi murka

Kalian adalah temanku

Ini tak bisa dibiarkan

Astaga

Mulut-mulut badut

Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan


Saudari-saudariku

Membubarkan kalian

Tidak semudah membubarkan partai politik

Mereka harus beri kalian kerja

Mereka harus pulihkan darjat kalian

Mereka harus ikut memikul kesalahan

Saudari-saudariku. Bersatulah

Ambillah galah

Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya

Araklah keliling kota

Sebagai panji yang telah mereka nodai

Kinilah giliranmu menuntut

Katakanlah kepada mereka

Menganjurkan mengganyang pelacuran

Tanpa menganjurkan

Mengahwini para bekas pelacur

Adalah omong kosong


Pelacur-pelacur kota Jakarta

Saudari-saudariku

Jangan melulur keder pada lelaki

Dengan mudah

Kalian bisa telanjangi kaum palsu

Naikkan tarifmu dua kali

Dan mereka akan klabakan

Mogoklah satu bulan

Dan mereka akan puyeng

Lalu mereka akan berzina

Dengan isteri saudaranya.


Minggu, 06 November 2011

Mereka yang dilahirkan di lokalisasi



"The test of the morality of society is what it's done for its children"


Sebagian besar anak-anak, baik anak dari wanita pekerja seks (WPS) maupun anak-anak dari penduduk yang tinggal di lingkungan lokalisasi Bayur, Samarinda, provinsi Kaltim, hidup dan berkembang di lingkungan yang tidak kondusif. Ada peraturan tidak tertulis, bahwa anak-anak tidak diperbolehkan tinggal di lingkungan lokalisasi. Akan tetapi masih banyak dari mereka yang harus tinggal di pemukiman dalam lokalisasi. Hal itu disadari oleh pengurus lokalisasi Bayur, samarinda, pak Acil, bahwa sebenarnya tidak layak untuk anak-anak tersebut berada di lingkungan tersebut. Beberapa bayi dari WPS yang lahir biasanya diadopsi oleh pengurus wisma, bahkan ada beberapa warga sekitar yang meminta bayi WPS agar dapat mereka adopsi. WPS yang ingin tetap memelihara anaknya akan membawa anak mereka ke tempat penitipan anak.
Permasalahan yang timbul di lingkungan lokalisasi salah satunya adalah adanya pengaruh terhadap perkembangan psikologis anak, terutama bagi anak-anak yang memasuki umur 7-12 tahun. Pada umur-umur tersebut tingkat kemampuan anak dalam meniru sangatlah tinggi. Pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku anak sangat tinggi, mereka akan terpengaruh dengan apa yang mereka lihat. Anak-anak akan belajar dari lingkungan yang paling dekat, yaitu orang tua. Anak-anak yang tinggal di lokalisasi akan belajar dari orangtua mereka tentang banyak hal, baik itu hal yang positif maupun negatif. Tetapi hanya sedikit yang melakukan hal tersebut karena biaya penitipan yang mahal. Keinginan merawat dan membesarkan anak yang kuat namun tidak mampu membiayai penitipan anak akhirnya memaksa teman-teman WPS memutuskan untuk memelihara dan membesarkan mereka di tempat kerja mereka, di lokalisasi.

Tidak punya ayah legal
Sebagian besar dari anak-anak yang lahir di lokalisasi, ibu mereka tidak membuat akte kelahiran untuk anak mereka. Alasan utamanya adalah karena mereka tidak memiliki bapak yang legal di mata negara. Bapak biologis mereka adalah pelanggan atau biasa disebut gendakan. Gendakan adalah pacar dari wanita pekerja seks di lokalisasi. Gendakan diciri khaskan sebagai laki-laki yang tidak bekerja namun hidup bersama dengan wanita pekerja seks di lokalisasi ibarat suami istri. Gendakan sering disebut parasit karena hanya mengandalkan uang dari pacar mereka , bukannya mencari  nafkah demi mengurangi beban hidup pekerja seks. Alasan lainnya pekerja seks tidak membuat akte bagi anak mereka adalah alasan finansial. Alasan inibiasanya menjadi masalah utama mereka dalam pengurusan akte kelahiran. Mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk membuat akte khusus di catatan sipil setempat. Tidak banyak dari pekerja seks yang tidak mengetahui bahwa meskipun tidak memiliki ayah, anak mereka tetap bisa membuat akte khusus.

 Lalu bagaimana mereka akan sekolah?
Sebenarnya, bagi anak-anak yang di luar nikah telah ada akte kelahiran khusus yang dibuat. Akan tetapi, stereotype dan stigma negative masih sangat melekat dalam akte.
Karena kondisi status Ibu si Kecil tidak memiliki Akte Pernikahan / Surat Kawin, maka di Akte Kelahiran si Kecil akan tertulis …” anak luar nikah / kawin”. Padahal, ketika lahir, seorang anak harus mendapatkan penerimaan baik secara sosial maupun institusional. Sudah saatnya masyarakat kita membuka perspektif dan lebih berpikiran luas melihat permasalahan sosial. Masyarakat harus secara lapang dada terbuka memberikan uluran tangan bagi anak-anak tersebut. Saatnya kita mendukung hal yang telah dilakukan oleh ibu mereka, yaitu dengan tetap mempertahankan janin dan memutuskan untuk melahirkan anak mereka ke dunia bukannya dengan melakukan aborsi.

Saatnya memulai kehidupan
yang lebih bermoral
di lokalisasi.

Rabu, 12 Oktober 2011

Cerita dari lokalisasi











Untuk kedua kalinya saya menginjakkan kaki ke lokalisasi. setelah melihat lokalisasi Km.24 di Bontang, kali ini saya menuju ke lokalisasi Bayur Permai di Samarinda. Jaraknya dari LARAS hanya sekitar 15 km. Hari itu mendung, saya tetap memutuskan mengikuti ajakan teman ke lokalisasi.
Dengan dibonceng Suprapto, salah satu Petugas Lapangan, akhirnya tibalah kami di Kompleks Bayur, begitulah anak LARAS menyebutnya. Kompleks bayur terdiri dari 16 wisma, 2 diantaranya tidak berpenghuni dan sekitar 100 Wanita Pekerja Seksual (WPS) yang bekerja di kompleks ini.
Dua kali menginjakkan kaki ke lokalisasi yang jaraknya cukup berjauhan membuat teman bertanya-tanya. “Dhan, gimana perasaanmu..pasti shock kan?” Saya hanya meringis tersenyum.
Aneh. Kok saya merasa biasa saja ya. Sedikitpun tidak merasakan shock. Padahal belum pernah injak lokalisasi sebelumnya. Ah, smoga saja pertanda baik. 

Saya ingat ketika pertama ke lokalisasi km24, Bontang. Waktu itu bersama Program Manager dan mitra dari Belanda. Perasaanku tidak baik-baik saja ketika melihat seorang remaja berumur sekitar 15 tahun berpakaian super minimalis, berias agak menor, sambil menggenggam sebatang rokok. What the hell…. Hidup memang keras Sodara.
Suti namanya. Dia berasal dari Jawa Timur. Mengaku berumur 19 tahun. Dia “pendatang baru” di Wisma Mario di Km.24 . Dia pindah ke Kaltim apalagi kalau bukan karena duit.

Saya tidak berbeda jauh dengan Suti. Saya juga ke Kaltim karena uang. Klise sepertinya. Sama seperti Suti. Saya amat beruntung karena punya Bapak yang gigih demi menyekolahkan saya, hingga saya bisa mendapat pekerjaan yang cukup baik.
Saya berani menjamin, Suti belum cukup berumur 15 tahun saat ini. Panggul belum terbentuk sempurna, dada tak sepenuhnya menantang, bokong yang masih kempes, darisitu aku tahu. Aku tahu bahwa dia bongsor. Aku tahu belakangan ia minum pil KB pemberian mami (mucikari). Aku tahu bahwa dia masih seorang anak kecil yang dipaksa menghadapi hidup yang keras.
Suti sang “pendatang baru” di Wisma Mario di Km.24. Tapi pastinya, dia bukan pendatang baru dalam kisah panjang kehidupan anak di bawah umur yang menjadi WPS.



12Oktober2011
_di sela pegel dan kantuk yang melanda sehabis jingkrak2 di Inul Vista bersama mba Nani, Ramlah, Siti_

Senin, 10 Oktober 2011

sugesti menghilangkan stress

SERING MENDENGAR KATA2 INI:

Saya kehilangan selera!!!!
Saya susah tidur!!!!
saya merasa ingin terus menangis sepanjang waktu!!!
Hidup tidak berarti, apa yang harus dihidupi?

Pemikiran seperti itu memang harus dicuriga bersama kawan-kawan, biasanya disebut Suggestive of depression. Jangan salah, depresi biasanya hadir tanpa alasan. Sebenarnya depresi itu mengindikasikan bahwa ada area dalam hidup kita yang perlu dimanage lebih baik dan tidak boleh diabaikan. Saya pernah punya teman yang mengalami depresi berkali-kali, hingga terlintas dalam benaknya ingin melakukan hal bodoh. Cant tell u the details, guys.

Hingga saya membaca artikel dari salah seorang Dokter Psikologi di Internet secara tak sengaja.

Don’t be embarrassed

Jangan Malu

Kalau kamu butuh bantuan untuk rasa stressmu, jangan malu ke dokter. Ada beberapa psikolog yang bisa memberikan dukungan untuk memulai hidup yang lebih bae. Buat kamu yang merasa ga punya duit, gampang aja….tinggal panggil sahabat terdekat untuk mendengarkan keluh kesahmu. Percaya deh, batu berat di dadamu akan terasa ringan. And Remember, you are worth it!

Create a daily Motto

Ciptakan kata-kata motivasi mu sehari-hari

Biasanya, saat bangun siang (krn ga pernah bangun pagi), saya langsung mencari kata-kata penyemangat . Saat mandi dan ngelamun, akhirnya kudapatkan kata-kata super. Misalnya, “Ceriakanlah hidupmu seakan-akan kamu akan mati besok.”

Hahaha. Terlalu ekstrim mungkin ya.

“Happiness can be learn from a small thing”

Naah….ini lumayan sih. Gimana menurutmu?

Set a routine for yourself

Susun rutinitas untuk diri sendiri

Try a new activity

Coba aktivitas baru

Misalnya, jogging pagi d hari Minggu, membuka Usaha kecil2an, atau hangout dengan teman.

Don't avoid the feeling of depression

Jangan menghindari perasaan stress

Biarkan perasaanmu mengalir seperti air. Ketika senang, tertawalah dengan keras. Ketika bertemu masalah baru, hadapilah. Seperti air sungai yang bermuara ke lautan, begitu juga dengan depresimu, dia akan mengalir ke ruang yg lebih luas….itu jika kamu membiarkannya mengalir.

Use positive self-talk

Berbicara positif dengan diri sendiri

Saat semua masalah bercampur aduk jadi satu, biasanya saya mengucapkan

“ Grass is green, sky is blue”

Sambil menghembuskan nafas pelan-pelan. Ohya, Kata-kata ini saya jiplak dari sebuah film.Wkwkwkw

Re-look, re-think and re-set

Melihat kembali, memikirkan kembali, dan mengatur kembali

Melihat kembali ------> melihat kesusahan orang lain yang lebih memprihatinkan

Memikirkan kembali ----> introspeksi , membandingkan kesulitan dan masalah orang lain dengan masalah kita

Mengatur kembali --> Atur ulang hidupmu. Bikin list rencana yang akan kau lakukan untuk “lebih hidup”


EAT WELL, FORGET THE DIET

Makan dengan lahap, lupakan diet


Ketika saya ada masalah, saya luapkan dengan membeli makanan enak.

Ini list-list warung makan prioritas saat URGENT:


1. PIZZA HUT Trans Studio Makassar
2. Ayam lalapan Mas Daeng Arief Rate
3. Mie Awa Jl. Bali
4. Ikan Bakar KAREBA JLPenghibur
5. Bakso Tenes Faisal


See, ada banyak hal dalam hidup yang belum kita lakukan.

Masih mikir mau nyakitin diri sendiri karena DEPRESI?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More