#1

Drupadi

#2

Harga Diri

#3

sex workers can end HIV/AIDS.

#4

Silent Body

#5

Everyone's always wearing a mask

Sabtu, 08 Oktober 2011

Wajah asing dunia

Manusia bagai satpam terhadap manusia yang lain

Mereka adalah penjaga aturan

Yang satu hanya ingin bertahan hidup

Saat alarm berbunyi, waktunya menyiapkan pentungan

Menghukum yang tak patuh

Saat itu tak ada lagi kemanusiaan, yang ada hanyalah melaksanakan tugas

Tugas yang datang dari penguasa modal

Seorang manusia berlari dari ayunan pentungan dengan tubuh bergetar

Melihat dunia yang dulu ia tinggali berubah menjadi planet asing

Dimana kasih sayang, kesejahteraan, dan kedamaian amat susah diperoleh

Untuk kasih sayang, mereka harus membayar mahal

Untuk kesejahteraan, mereka harus membayar dengan darah

Untuk kedamaian, mereka harus membayar dengan nyawa mereka

Rabu, 05 Oktober 2011

Cinta sang Busur pada anak panah


Tepatnya 9 bulan 10 hari si janin yang dikandung lahir ke dunia. Tangisan pertama pun menggelegar membangunkan makhluk bumi lain yang lelap dalam mimpi. Pertanda bahwa sang bayi lahir dengan sehat. 
Setahun penuh sang ibu menyusui, berharap besar sang anak tumbuh kuat dengan tiap teguk yang ia ambil. Saat itu sang ibu memandangi putrinya sambil memupuk asa bahwa anaknya akan menjadi bintang yang bersinar paling terang di tiap malam-malamnya. Yang akan menyinari hidupnya dan kehidupan lain. Berdiri di garis terdepan pada tiap perjuangan manusia.
Sang ibu rela berjuang mati-matian demi pendidikan Namun, anak itu bersedih hari itu. Ia tak ingin bersekolah. Sang ibu memendam kenyataan pahit anaknya memilih asa yang lain. Berdiri tak bergeming masih di depan gerbang sekolah, sang ibu meraih jemari anaknya sambil berkata
‘Berikan ibu kehidupan melalui anggur yang kau tuang dari cawan yang kuberikan nak’.
Seketika sang anak menatap mata sang ibu bersama seluruh asa yang terlihat disana, bersama setumpuk kekuatan yang ia rasakan di jemari ibunya, bersama doa yang ia dengar yang diucapkan ibunya pada malam-malam yang dingin, bersama tiap pelukan yang menambah kekuatan, dan bersama seluruh cintanya yang ia berikan untuk ibunya.
Ia berjalan memasuki gerbang yang diinginkan sang ibu.
Melesat bagaikan anak panah yang dihempaskan oleh busur nan mantap.
Sejak itu, sang anak tak pernah mengarah ke pintu lain.
Hanya sasaran sang busur yang dihempaskan sang Pencipta, sang Pemanah nan Bijak.

Selasa, 04 Oktober 2011

Mencari seteguk air di Borneo

Pertama kalinya menginjak pulau Borneo, hati begitu tenang. Turun dari pesawat sambil mengucap salam (seperti kicauan ibu) sebelum meninggalkan Sulawesi Selatan. Setelah mengucap banyak terima kasih pada seorang pria yg memberi kelebihan bagasinya, sy beranjak menuju kounter taksi bandara.

"Mba, ke Samarinda berapa?"
" Dua ratus lima puluh ribu rupiah". Jawab kasir loket sambil tersenyum sekali.
Tiba-tiba BBku berdering, ternyata kak Marwah yang menelpon, ia seorang salah satu teman pengusaha yg sering memberikan masukan buat kelangsungan usahaku.
" Dhan, kamu dah nyampe kah? Dengar dek, kalau mau aman di Kalimantan, jangan sembarangan ngomong, kontak mata, dan meludah. Pokoknya segala-galanya harus ati-ati. kalimantan itu beda sekali sama Makassar. Disana juga sex bebas lebih merajalela, jadi ati-ati ma cowok. oke."
Baiklah, informasi awal menarik untuk memulai hidup baru di pulau baru ini.

Setelah membayar, saya dibantu sopir menuju ke taksi.
Sopir yang lumayan "cerewet" membuat perjalanan Balikpapan-Samarinda tidak memabukkan. Mengingat jalanan Bukit Suharto cukup berkelok-kelok, saya semakin memberondong pak sopir tersebut dengan hal-hal yang berkaitan dengan Bontang. Saya melihat dia agak sedikit syok ketika saya menjelaskan bahwa saya akan bekerja di lsm yang tugasnya mengadvokasi PSK di daerah Prakla, daerah lokalisasi di kota Bontang.

Ribuan kilometer saya tempuh. Jauh dari ibu. Jauh dari sahabat.
Entah apa yang akan saya dapatkan nantinya di Bontang, atau mungkin lebih tepatnya, entah apa yang akan saya berikan pada LARAS. Mungkin, saya hanya ingin mencari kejutan-kejutan dalam hidup. Mungkin, saya hanya ingin menemukan apa tujuan hidup ini.
Mungkin saya hanya ingin mencari seteguk air di borneo ini.

Sound's better i think.








Selasa, 09 Agustus 2011




Pertama diadakan di MAKASSAR, SEMINAR yang akan membantu anda dalam dunia NETWORKING anda, membantu dunia kerja anda.


DIANJURKAN bagi profesi:
  • Marketing
  • Leader
  • Guru
  • Dosen
  • Psikolog
  • Konsultan
  • Trainer
  • negosiator
  • Public Relation staff(PR)
  • HRD (personalia)
  • Siswa
  • Negosiator
  • Perawat
  • Bidan

"Untuk yang sudah punya pasangan
nanti setelah acara bisa share dengan saya
saya ajarin membuat pasangan kita ingat seumur hidup
tentang kebaikan dan cinta kita secara gratis..."
Chandra Adi Wibowo
Trainer Hypnoterapist

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More